Jangan Cuma Hafal Sumpah Pemuda, Santri Juga Punya Tugas Mengubah Indonesia!
Administrator
28 Oktober 2026 0 x Artikel
Ada banyak cara menjadi anak muda Indonesia. Ada yang sibuk mengejar cita-cita, ada yang sedang mencari jati diri, dan ada pula yang sedang berjuang menghafal pelajaran di tengah padatnya kegiatan pesantren. Namun, satu hal yang semestinya tidak ikut hilang dari diri anak muda adalah semangat Sumpah Pemuda. Semangat itulah yang menjadi pengingat bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan kesempatan untuk belajar tumbuh bersama. Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, Pondok Modern Selamat Kendal mengajak para santri untuk kembali memahami arti persatuan, tanggung jawab, dan kecintaan kepada tanah air.
Menjadi santri bukan berarti hidup hanya berkutat pada kitab, hafalan, dan rutinitas pondok. Ada kehidupan yang lebih luas yang menunggu untuk dihadapi setelah mereka menyelesaikan pendidikan. Santri juga perlu belajar menghargai perbedaan, berani menyampaikan pendapat dengan santun, serta bekerja sama tanpa merasa paling benar sendiri. Sebab, semangat pemuda tidak cukup hanya diteriakkan saat upacara. Ia harus terlihat dalam keseharian: ketika seorang santri membantu temannya yang kesulitan, menjaga kebersihan lingkungan, menaati aturan, hingga bersungguh-sungguh menuntut ilmu. Nasionalisme, pada akhirnya, bukan sekadar urusan menghafal tanggal 28 Oktober, tetapi juga kesediaan melakukan hal-hal kecil yang bermanfaat bagi sesama.
Melalui momentum Sumpah Pemuda, Pondok Modern Selamat Kendal berharap para santri tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik dan kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta keberanian menghadapi tantangan zaman. Indonesia tidak kekurangan anak muda yang pandai berbicara tentang perubahan. Yang masih perlu terus diupayakan adalah lahirnya generasi yang mau memulai perubahan dari dirinya sendiri. Sebab, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh mereka yang kelak duduk di kursi kekuasaan, tetapi juga oleh anak-anak muda yang hari ini sedang belajar menjadi manusia yang berilmu, berakhlak, dan bertanggung jawab. Dan dari lingkungan pesantren, semangat itu bisa mulai dirawat, pelan-pelan, tanpa perlu banyak gaya.
